Friday, November 1, 2013

MAKALAH "Tekanan Udara Dalam Gelas"



BAB I
PENDAHULUAN


1.1
      Latar Balakang
Oksigen sangat berpengaruh dalam proses kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua makhluk hidup membutuhkan Oksigen untuk mempertahankan hidupnya.
Manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk bernafas. Tumbuhan membutuhkan oksigen untuk proses fotosintesis. Makhluk hidup bias mati tanpa adanya oksigen, karena sumber utama makhluk hidup mampu bertahan hidup adalah oksigen.
Begitu juga dengan proses pembakaran pada lilin. Lilin akan tetap menyala jika lilin berada pada tempat terbuka dan cukup udara. Jika lilin yang menyala itu kita tutup menggunakan gelas (misalnya), dalam waktu 4 detik, api itu akan padam.

1.2
       Rumusan Masalah
a.       Apakah pengaruh gelas yang menutup lilin terhadap nyala api?
b.      Mengapa air dapat tersedot masuk kedalam gelas?
c.       Bagaimana nyala api sebelum lilin ditutup oleh gelas?

1.3       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh udara terhadap nyala api pada pembakaran lilin.

1.4       Manfaat Penelitian
1.      Untuk mengetahui bahwa bukan hanya makhluk hidup saja yang memerlukan udara.
2.      Pembuktian bahwa dalam proses pembakaran itu juga memerlukan udara.
3.      Memahami bagaimana proses pembakaran tersebut terjadi
4.      Agar dapat mengetahui komponen apa saja yang dibutuhkan saat proses pembakaranitu terjadi.
5.      Agar dapat menyimpulkan hasil percobaan dan mempresentasikannya.





























BAB II
PEMBAHASAN


2.1       Landasan Teori
A.                Pengertian Tekanan udara
Tekanan udara diukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan dengan luas tertentu, misalnya 1 cm2. Satuan yang digunakan adalah atmosfer (atm), millimeter kolom air raksa (mmHg) atau milibar (mbar).
Tekanan udara patokan (sering juga disebut) tekanan udara normal) adalah tekanan kolom udara setinggi lapisan atmosfer bumi pada garis lintang 450 dan suhu 00C. besarnya tekanan udara tersebut dinyatakan sebagai 1 atm. Tekanan sebesar 1 atm ini setara dengan tekanan yang diberikan oleh kolom air raksa setinggi 760 mm. satuan tekanan selain dengan atm atau mmHg juga dapat dan sering dinyatakan dalam satuan kg/m2.
Konversi antara satuan tekanan udara tersebut adalah sebagai berikut
1 atm = 760 mmHg = 14,7 Psi = 1,013 mbar.
Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Tekanan udara berkurang dengan bertambahnya ketinggian tempat(elevasi atau altitude). Hubungan antara tekanan udara dengan ketinggian dapat dilihat pada persamaan laplace sebagai berikut : H = k(1+¥t)log(β0/βh)
Hubungan antara tekanan udara dengan ketinggian tempat itu dimanfaatkan dalam merancang alat untuk pengukuran ketinggian tempat yang disebut altimeter. Tekanan udara dipengaruhi oleh suhu atau temperature.

B.                 Pembentukan Udara
Udara terbentuk dari campuran gas yang di perlukan oleh semua mahluk hidup. Ketika berkerak, udara menekan ke segala sesuatu yang dilaluinya dan gerakan udara oleh tekanan tersebut di sebut dengan angin. Bumi kita dilapisi oleh udara setebal 640 km, meskipun ringan tapi lapisan ini sangat tebal sehingga menekan ke tanah setara dengan tekanan setebal 10,4 m.
Akibat tekanan tersebut dan banyaknya benturan oleh pergerakan benda yang ada di bumi maka terbentuklah angin yang merupakan jenis udara bergerak.
C.                Faktor-Faktor  Yang Mempengaruhi Tekanan Udara
Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan udara adalah sebagai berikut.
a)        Tinggi Rendahnya Tempat
Semakin tinggi suatu tempat, lapisan udaranya semakin tipis dan semakin renggang, akibatnya tekanan udara semakin rendah.Tekanan udara di suatu tempat pada umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari. Daerah yang banyak mendapat sinar matahari mempunyai tekanan udara rendah dan daerah yang sedikit mendapat sinar matahari mempunyai tekanan udara tinggi.
Tekanan udara pada suatu tempat berubah sepanjang hari. Alat pencatat tekanan udara dinamakan barograf. Pada barograf tekanan udara sepanjang hari tergores pada kertas yang dinamakan barogram. Bila hasilnya dibaca secara teliti, maka tekanan udara tertinggi terjadi pada pukul 10.00 (pagi) dan pukul 22.00 (malam) dan tekanan rendah terjadi pada pukul 04.00 (pagi) dan pukul 16.00 (sore).

b)        Temperatur
Jika temperatur udaranya tinggi, maka volume molekul udara berkembang, sehingga tekanan udara menjadi rendah, sebaliknya jika temperatur udara menjadi kecil, maka tekanan udara menjadi tinggi

2.2       Penelitian
A.                Tempat Penelitian
Tempat penelitian : Halaman Rumah

B.                 Waktu Penelitian
Waktu penelitian : Minggu, 02 Juni 2013

C.                Prosedur Kerja
v  Penyiapan  Alat dan bahan :
o  Lilin
o  Gelas bening
o  Piring
o  Korek api
o  Air

v  Langkah kerja
ü Percobaan 1
·      Menyiapkan alat dan bahan.
·      Nyalakan lilin di atas piring. Kemudian tutup lilin dengan gelas.
·      Sirami dangan air secukupnya  dan ukur dengan penggaris.
·      Amati dan catat apa yang terjadi

ü Percobaan 2
·      Menyiapkan alat dan bahan.
·      Nyalakan lilin diatas piring.
·      Beri air secukupnya pada piring.
·      Tutup lilin dengan gelas.
·      Amati dan catat apa yang terjadi

2.3              Teknik Pengumpulan Data
Teknik observasi yaitu melakukan percobaan langsung.

2.4              Hasil Percobaan
v   Hasil Percobaan 1
Ketika Lilin ditutup dengan gelas, ternyata nyala lilin makin redup dan akhirnya padam.

v   Hasil Percobaan 2
Seperti pada percobaan 1, lilin pelan-pelan redup kemudian padam. Lalu air yang berada diluar gelas tersedot masuk ke dalam gelas dan permukaannya naik.

Pada percobaan 1 dapat diketahui bahwa pada saat lilin ditutup dengan gelas, lilin masih menyala karena masih ada udara dalam gelas. Lalu api memanaskan udara dan kian habis dan akhirnya lilin padam karena kehabisan udara.
Sementara pada percobaan 2 dapat diamati air masuk ke dalam gelas setelah lilin padam. Hal ini disebabkan tekanan udara di dalam gelas menyusut karena pembakaran atau nyala lilin, lalu udara dalam gelas kososng, sehingga air tersedot masuk ke dalam gelas.























BAB III
PENUTUP


3.1
       Kesimpulan
Dari hasil penelitian maka dapat kami ambil kesimpulan yaitu: udara berpengaruh terhadap pembakaran lilin, dibuktikan dengan padamnya lilin saat lilin ditutup dengan gelas.
Hal ini disebabkan karena ketika terjadi pembakaran dalam gelas, awalnya terjadi pengembangan udara, pada saat yang sama terjadi peningkatan uap air dalam udara. Lilin ditutup dengan gelas akan padam karena kehabisan oksigen. Diruang tertutup oksigen terbatas, hasil pembakarannya Karbondioksida mengumpul digelas, sehingga lilin padam kehabisan oksigen. Dari kedua percobaan dan pengamatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Proses pembakaran memerlukan udara dan ketika udara mendingin, tekanannya menyusut.





No comments: